Lucky Girl: Spotify On Stage


Yoohoo… Sebenernya tangan ini udah gatel banget pengen ngetik pengalaman berjuang buat Spotify On Stage kemarin. Tapi karena beberapa hari ini diriku masuk kerja sore terus, kesempatan buat ngetik cerita ini pun harus molor beberapa hari. Ahh, sudahlah, tak apa, yang penting tetep bisa ngetik pengalaman tak terlupakan ketemu NCT tanggal 9 Agustus kemarin. Dan ini ceritaku…

IMG20170809175832

Continue reading “Lucky Girl: Spotify On Stage”

The Story By Ria (An Encore): 12 Jam di Singapura

26 Oktober 2015

Hari ini aku terbangun di atas sebuah kereta yang akan membawaku ke Johor Bahru, walaupun ini adalah kereta tidur yang menyediakan bantal serta kain tipis pengganti selimut, rasanya tetep aja beda. Tak berniat untuk tidur lagi, aku membuka jendela yang sebelum tidur sempat aku tutup karena tidak kuat dengan silau cahaya lampu dari luar. Suasana mellow sisa tadi malam masih menyelimuti aku, apalagi saat si Senandung Sutera ini berhenti di sebuah stasiun yang tampak sepi. Tak lama seorang petugas yang bertugas membangunkan penumpang mulai berjalan sepanjang lorong dan membuatku membuka gorden yang membatasi tempat tidurku dan lorong. Masih sepiiiiii dan segala kemellowan yang aku buat tadi malam makin memperparah suasana pagi ini.

Sekitar jam setengah 6 pagi waktu Malaysia, aku berhasil menginjakkan kakiku di Johor Bahru, kota yang menjadi salah satu jalan masuk menuju Singapura. JB Sentral yang menjadi tempat pemberhentianku waktu itu masih sepi, tapi penunjuk arah di sana sangat jelas sehingga aku tak tersesat saat mencari surau ataupun toilet. Selesai dengan segala urusan yang selalu membuat heboh saat pagi, aku dan dua temanku memutuskan untuk sarapan di JB Sentral, untungnya masih punya beberapa ringgit untuk beli nasi lemak + telor balado + teh tarik hangat.

Continue reading “The Story By Ria (An Encore): 12 Jam di Singapura”

The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 4

25 Oktober 2015

Akhirnya… hari besar yang ditunggu datang juga!! Semalam aku tidur lebih awal, setelah selesai packing, karena pulang dari Sepang, aku tidak akan kembali ke hotel, tapi langsung cuss ke KL Sentral karena harus mengejar kereta menuju Singapura. Iyesss, si aku mau sungkem dulu sama Mbah Singa temennya Mbah SooMan dan Mbah Nakamoto (*eh?!) sebelum pulang ke Bandung.

Seperti kemarin, aku dan dua temanku akan menaiki bus sepangers dari kaskus untuk sampai ke SIC. Karena harus berkumpul dari jam 7, aku tak sempat membeli nasi lemak dari si ibu yang berjualan di depan hotel, harapanku cuma nasi lemak sevel (T.T). Udah kebayang sarapan dan makan siang dengan nasi lemak sevel yang mirip kaya nasi kucing itu, tapi siapa yang nyangka kalau di depan halte tersebut ada seorang mak cik yang sedang berjualan nasi lemak, batal lah sarapan dan makan siang dengan nasi sevel. Tapi si nasi lemak sevel tetep dibeli kok buat makan siang xD.

Continue reading “The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 4”

The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 3

24 Oktober 2015

Hari ketiga sebenernya sama sekali tidak berhubungan dengan Dani (*jadi judul dan isi emang ga nyambung). Ini karena jadwal m&g yang seharusnya sabtu dipindah ke hari jum’at (*dan udah aku ceritain kan kebodohanku dan kehebohanku pas ikut m&g?!) sehingga jadwal “Mengejar Cinta Bang Dani-ku” berubah total, yang awalnya si hari sabtu ini akan jadi puncak ceritaku, ternyata malah jadi antiklimaks (T.T). Apalagi aku kurang tertarik ngeliat motor plus Dani yang cuma muter-muter doang keliling sirkuit tanpa fanservice yang berarti. Jadi hari sabtu aku putuskan untuk ikut rombongan sepangers yang mau hunting foto di Colmar Tropicale. Sebenernya waktu hari jum’at, saat aku masuk booth-nya Honda, ada sedikit godaan. Godaan itu adalah m&g lainnya bersama Dani dan Marc di booth Honda untuk 20 orang yang datang pertama dan 20 orang yang bisa jawab pertanyaan. Tapi karena aku udah pesimis untuk jadi 20 orang yang datang pertama dan 20 orang yang bisa jawab pertanyaan, aku memutuskan untuk say good bye sama m&g yang ini, toh jum’at udah ketemu, kasih kesempatan sama yang lain lah yaaaa (*sok bageur, padahal mah karena males aja bangun pagi).

Continue reading “The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 3”

The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 2

23 Oktober 2015

Hari kedua aku di KL adalah hari berburu, bukan berburu binatang buas ya… karena kalau berburu binatang buas, bisa-bisa aku yang dimakan binatangnya (T.T), lupakan~~ lupakan~~ hari ini adalah hari berburu cinta Bang Dani \(>.<)/… Mata sebenernya ga bisa diajak kompromi karena semalam cuma berhasil tidur 2 jam, tapi demi Dani yang aku cintai sejak SMP, aku akan berjuang!! Jam 7 pagi, aku mulai meninggalkan hotel dengan jantung yang dag dig dug, beli tiket monorel dari Bukit Bintang ke KL Sentral dan mulai nyari Rapid KL yang akan mengantarku sampai ke Sepang International Circuit (SIC). Sempat muter-muter KL Sentral yang pagi itu rame banget karena ga berhasil menemukan Rapid KL yang udah penuh tapi booth tiketnya belum dibuka xD (*pantesan ga ketemu).

1445643509189         1445643512146

Perjalanan dari KL Sentral sampai ke SIC ga menarik, karena hanya ada jalan tol sejauh mata memandang, tapi jalan tol di Malaysia itu lucu, karena motor juga boleh masuk ke jalan tol, dan tambah lucu ketika ada satu motorsport yang nyusul bus yang aku tumpangi dengan kecepatan penuh dan bikin semua penumpang bus bilang  “woahhhh”. Hha xD sebelum balapan udah dikasih pemanasan sama mas-mas yang dikira Valentino Rossi yang telat ke Sepang gara-gara ga bisa bobo tadi malem (*nyindir diri sendiri ceritanya)

Continue reading “The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 2”

The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 1

22 Oktober 2015

Akhirnya hari di mana ceritaku dengan Dani sebagai tokoh utamanya bisa dirilis juga (*terharu). Sebenernya tahun lalu, bisa aja aku maksain ke Sentul mengingat untuk pertama kalinya Honda mengadakan acara bersama Dani dan Marc yang terbuka untuk umum, namun apa daya di hari yang sama ada UTS Semiotik yang artinya “mari ucapkan selamat tinggal sekali lagi pada Dani Pedrosa” (*hikks hikks), tapi sekarang, aku merasa bahwa aku harus berterima kasih pada si ujian semiotik, tanpa dia, aku mungkin ga akan kesel dan mulai teriak-teriak “KALAU AKU GA BISA KETEMU KAMU DI INDONESIA, BIAR AKU YANG SUSUL KAMU KE SEPANG”. Hha xD. Nyatanya omongan itulah yang memotivasiku untuk gencar menabung dan pergi ke Sepang dan lihatlahhhhhhhhhh… aku berhasil ke Sepang!!! (*oopss, belum nyampe deng)

DI BDO udah senarsis ini xD
DI BDO udah senarsis ini xD
Yang ini jangan ditiru, kecuali kalau mau diusir sama petugas bandara xD
Yang ini jangan ditiru, kecuali kalau mau diusir sama petugas bandara xD

Continue reading “The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 1”