The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 3

24 Oktober 2015

Hari ketiga sebenernya sama sekali tidak berhubungan dengan Dani (*jadi judul dan isi emang ga nyambung). Ini karena jadwal m&g yang seharusnya sabtu dipindah ke hari jum’at (*dan udah aku ceritain kan kebodohanku dan kehebohanku pas ikut m&g?!) sehingga jadwal “Mengejar Cinta Bang Dani-ku” berubah total, yang awalnya si hari sabtu ini akan jadi puncak ceritaku, ternyata malah jadi antiklimaks (T.T). Apalagi aku kurang tertarik ngeliat motor plus Dani yang cuma muter-muter doang keliling sirkuit tanpa fanservice yang berarti. Jadi hari sabtu aku putuskan untuk ikut rombongan sepangers yang mau hunting foto di Colmar Tropicale. Sebenernya waktu hari jum’at, saat aku masuk booth-nya Honda, ada sedikit godaan. Godaan itu adalah m&g lainnya bersama Dani dan Marc di booth Honda untuk 20 orang yang datang pertama dan 20 orang yang bisa jawab pertanyaan. Tapi karena aku udah pesimis untuk jadi 20 orang yang datang pertama dan 20 orang yang bisa jawab pertanyaan, aku memutuskan untuk say good bye sama m&g yang ini, toh jum’at udah ketemu, kasih kesempatan sama yang lain lah yaaaa (*sok bageur, padahal mah karena males aja bangun pagi).

Hari itu, aku memang memulai perjalananku dari jam 9 pagi waktu Kuala Lumpur, jadi bisa menikmati nasi lemak dan telor dadar dari si ibu yang jualan di depan hotel. Setelah sarapan dan kehebohan lainnya yang biasa terjadi di pagi hari, aku mulai jalan menuju halte bus yang menjadi meeting point para sepangers menuju Colmar Tropicale (*French Village yang nyasar ke Malaysia) dan sebelum naik ke bus, tak lupa si aku membeli nasi lemak sevel (*yang ini dibungkus pake kertas nasi, jadi lebih murah 50 sen dari yang kemarin) buat makan siang.

Colmar Tropicale terletak di Bukit Tinggi yang jaraknya berpuluh puluh kilo meter dari Kuala Lumpur, tapi perjalanannya ga kerasa kok, karena sepanjang perjalanan aku bobo (*plakk) (*intinya kalau Ria udah pasang headset plus masker, itu artinya bentar lagi mau terbang ke alam mimpi). Tapi kalau boleh jujur, daerah Bukit Tinggi ini mirip daerah Lembang kalau di Bandung, karena udaranya lebih sejuk dan daerahnya emang nanjak berbukit (*naha jadi siga Cileunyi?!). Untuk masuk ke Colmar Tropicale, aku harus membayar RM 13. Entah ini sepadan atau tidak dengan pengalaman yang aku dapat, tapi jujur ini lebih baik dari pada harus membusuk di Sepang (*dan sekali lagi aku bertanya, aku ini fans motogp macam apa?). Berikut ini adalah foto fotoku selama berkunjung di French Village-nya Colmar Tropicale:

Jpeg

20151024_110355

Kaya Colmar beneran kan?!
Kaya Colmar beneran kan?!
Maaf, laper :p
Maaf, laper :p

Selain French Village, di sini juga ada Japanese Tea Garden. Ada shuttle bus(?) gratis yang bakalan nganterin ke Japanese Tea  Garden, tapi karena lama, awalnya aku dan dua temenku mau nekat untuk jalan dari daerah French Village sampai ke Japanese Garden Tea, yang untungnya batal. Karena jaraknya jauhhhhhhhhhh banget dan nanjak. Bahkan setelah sampe ke halte tempat si shuttle bus(?)-nya ngetem, aku masih harus jalan jauh lagi dan menaiki entah berapa puluh anak tangga yang berhasil bikin ngos ngosan. Intinya aku capeeeeeee (T.T)

Shuttle bus yang bikin kangen sama odong odong kampus
Shuttle bus yang bikin kangen sama odong odong kampus
Lelah, Letih, Lesu
Lelah, Letih, Lesu

20151024_123445

Selesai foto-foto di Jepang ala ala, aku balik lagi ke French Village, ngekorin dua temenku yang nyari Surau yang letaknya bener bener di bawah tanah. Tadinya sekalian mau ikut ngadem juga, tapi apa daya, Surau-nya penuh dan aku berakhir duduk di depan panggung yang ada di tengah-tengah French Village. Dan tebak aku ngapain di sana? Aku tidur lagi (*liburan macam apa ini?!), jujur aku mulai bertanya tanya, emang kemarin aku ngapain sampe ada jeda sedikit, aku tidur, ada kursi, aku duduk terus tidur (*ahh sudahlah abaikan). Setelah puas tidur, aku mulai ngecek twitter nyari hasil kualifikasi MotoGP, “Hello, apa kabar kamu yang kemarin berhasil membuatku jadi batu?”, tapi nyatanya aku malah dapet kabar kalau Hohe jatoh di FP4 (*abaikan abaikan). Tapi setelah scroll lagi dan scroll lagi, akhirnya aku dapet kabar Dani dan dengan kesadaran yang masih ¾ aku noel temenku dan bilang, “Dani dapet pole position loh, dia kok jadi semangat gitu setelah ketemu aku kemarin?” dan temenku langsung bales, “kalau Dani besok jatoh gimana?”

“Dani pasti nervous karena ketemu aku kemarin,” jawabku narsis.

Setelah gosip sana sini bareng dua temenku soal hasil kualifikasi, saatnya aku pulang ke Kuala Lumpur, nyampe di halte bus nanti, aku dan dua temenku akan langsung ke Pasar Seni dan Dataran Merdeka. Jadi pas turun dari bus, langsung lompat lagi deh naik GoKL purple line ke Pasar Seni. Aku ga punya foto-foto selama di Pasar Seni (*termasuk Central Market, Kasturi Walk dan Petaling Street), tapi aku punya foto-foto dari depan KL City Galery dan jalan yang ada di depan Dataran Merdeka (*Dataran Merdeka-nya lagi riweuh karena ada konser gitu) (*dan karena jalannya ditutup, si aku bisa ngeglesor di tengah jalan xD). Dari Dataran Merdeka, aku jalan menuju Masjid Jamek, setelah istirahat sebentar di Masjid Jamek, aku melanjutkan perjalananku ke Pasar Seni (*lagi) dengan LRT (*jadi ceritanya pas di Central Market dan Kasturi Walk belum beli oleh oleh), aku emang lebih memilih belanja di Petaling Street karena ga nemu barang dan harga yang cocok di dua tempat yang aku kunjungi sebelumnya, walaupun masih nyesek karena beli gantungan kunci kemahalan, tapi seengganya aku dapet kaos kembar 3 buatku dan dua adeku xD.

1445725036600

Ngeglesor di depan Dataran Merdeka karena capeeeee
Ngeglesor di depan Dataran Merdeka karena capeeeee
ke Pasar Seni (*lagi)
ke Pasar Seni (*lagi)

Beres belanja belanja, aku dan dua temenku memutuskan untuk makan di restoran india yang ga sengaja kami lewati waktu nyari halte bus GoKL (*aku ngidam makanan india dari maret dan baru kesampean oktober dong). Porsinya yang gede bikin kami pesen 1 nasi briyani, 1 ayam tandoori, 1 martabak dan 1 roti canai buat bertiga, dan itu berhasil bikin si bapak yang melayani kami nanya dengan kaget, “one for all?” dengan logat indianya yang kental. Aku dan dua temenku cuma bisa ngangguk dan senyum, tapi serius deh, aku kenyang walaupun setiap makan kami selalu bagi-bagi karena harus berhemat. Makanan india itu enak, apa lagi karenya, kalau udah dicampurin sama nasi dan chicken tandoori-nya, woah luar biasa, pantes bang Mino kaya kesetanan gitu pas makan di India, ini enak. Ditambah milo ais yang ga kalah enak, bikin si aku pengen balik lagi ke restoran itu (T.T).

Setelah makan, aku jalan lagi ke halte bus Pasar Seni untuk naik GoKL pulang ke daerah Bukit Bintang, sempet terjadi kehebohan ketika seorang mbak asal Indonesia nanya letak KLCC (*yang kalau dari Pasar Seni, bisa naik LRT), tapi karena si mbak itu, aku sadar kalau inilah asiknya liburan tanpa agen travel. Pengalaman 2 hari ke belakang saat nyasar di Bukit Bintang, jalan dari KLCC sampe Alor dengan hanya modal ngikutin jalur monorel, ternyata nambah pengetahuan baru yang bisa dibagi ke siapapun (*bahkan orang yang cuma ngobrol selewat). Dan sebagai penutup perjalanan kali ini, aku mau pamer es krim kit kat green tea yang jujur bikin aku kangen setelah aku sampe ke Bandung.

20151024_220439

Dan untuk Dani, besok aku akan kembali mengejar cintamuuuuuu~~

Pengeluaran hari ketiga:

Colmar Tropicale RM 13,00

Nasi Lemak depan Hotel RM 4,00

Nasi Lemak Sevel RM 2,50

LRT Masjid Jamek – Pasar Seni RM 1,00

Makan malam RM 30,00 (*bertiga, kali ini dibayarin Wafda)

Gantungan kunci 12 biji RM 17,60 (*kemahalan)

Kaos 3 biji RM 15,00

Tas KL RM 10

Es krim kit kat green tea RM 3,00

Total pengeluaran hari ketiga: RM 66,10 (63,10 x 3365 = RP 222.426,50)

xoxo riyuliani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s