The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 2

23 Oktober 2015

Hari kedua aku di KL adalah hari berburu, bukan berburu binatang buas ya… karena kalau berburu binatang buas, bisa-bisa aku yang dimakan binatangnya (T.T), lupakan~~ lupakan~~ hari ini adalah hari berburu cinta Bang Dani \(>.<)/… Mata sebenernya ga bisa diajak kompromi karena semalam cuma berhasil tidur 2 jam, tapi demi Dani yang aku cintai sejak SMP, aku akan berjuang!! Jam 7 pagi, aku mulai meninggalkan hotel dengan jantung yang dag dig dug, beli tiket monorel dari Bukit Bintang ke KL Sentral dan mulai nyari Rapid KL yang akan mengantarku sampai ke Sepang International Circuit (SIC). Sempat muter-muter KL Sentral yang pagi itu rame banget karena ga berhasil menemukan Rapid KL yang udah penuh tapi booth tiketnya belum dibuka xD (*pantesan ga ketemu).

1445643509189         1445643512146

Perjalanan dari KL Sentral sampai ke SIC ga menarik, karena hanya ada jalan tol sejauh mata memandang, tapi jalan tol di Malaysia itu lucu, karena motor juga boleh masuk ke jalan tol, dan tambah lucu ketika ada satu motorsport yang nyusul bus yang aku tumpangi dengan kecepatan penuh dan bikin semua penumpang bus bilang  “woahhhh”. Hha xD sebelum balapan udah dikasih pemanasan sama mas-mas yang dikira Valentino Rossi yang telat ke Sepang gara-gara ga bisa bobo tadi malem (*nyindir diri sendiri ceritanya)

1445563075152

Jam 09.15, aku sampai ke Sepang, dari tempat turun bus ada shuttle bus yang akan mengantar sampai ke depan welcome centre SIC, jadi kaki masih selamat dari kegemporan xD. Setelah foto-foto sebentar di depan welcome centre, mari mulai mengantri demi tanda tangan Abang Dani, sempet pesimis waktu liat kalau antrian udah panjang dan penuh dengan fans Valentino Rossi, tapi perkataan MC sesi tanda tangan yang minta para fans om Vale buat ngasih jalan ke fans pembalap lain yang ada di sesi pertama membuat harapanku mengembang lagi. Karena masih lama, aku sarapan dulu dengan nasi lemak sevel yang sebelumnya aku beli di KL Sentral, gawat kan kalau tiba-tiba pingsan dan batal ketemu Dani. Setelah menunggu, menunggu dan menunggu akhirnya jam 11.30 semakin dekat, beberapa menit sebelum sesi tanda tangan dimulai aku mulai merangsek ke barisan depan, toel sana toel sini dengan modal “I’m Pedrosa’s fan, can I?” dan fans om Vale pun mulai ngasih jalan, tapi ini ga semulus keliatannya kok, karena beberapa kali salah noel fans-nya si Dede Marc yang sayangnya ga mau diajak maju. Dia minta aku sabar, tapi sayangnya aku ga bisa, jadi aku mulai noel mas-mas yang yang pake atribut om Vale dengan kata ampuh yang tadi aku bold, dan tebak? Fans Dede Marc pun mulai ngekor di belakang aku, Oh My Onewwwww!!!

Setelah hampir sampai di barisan ke dua dari depan, aku mulai mengerem pergerakanku, tapi bapak-bapak di depanku dengan entengnya bertanya “Marquez’s fan?” dan aku langsung jawab “No, no, Pedrosa’s fan!”. “Here! Here!” kata si Bapak ngasih aku jalan lagi dan aku udah ada di barisan paling depan saat si MC mulai memperkenalkan para pembalap yang akan ikut kelompok pertama di sesi tanda tangan kali ini. Walaupun masih baris, aku udah bisa liat Dani, tapi ga sempet foto-foto karena hp-nya udah aku masukin ke tas, di tanganku cuma ada sketchbook yang akan jadi media tanda tangannya Dani. Jantungku makin deg-degan apalagi saat seorang bapak yang menjadi pengawasku saat sesi tanda tangan mulai menggiringku ke arah  para pembalap motogp yang sialnya ga aku hapal nama dan mukanya (*mukanya kaya EXO waktu awal debut, sarua kabeh T.T dan aku mulai bertanya-tanya, aku ini fans motogp macam apa?). Jarak beberapa pembalap, aku bisa denger suara Dani yang ngobrol dengan Nicky Hayden (*bahasa inggris logat spanyol yang selama ini cuma ada di TV bisa aku dengerin live doooongggggg) dan itu berhasil ngebuat otakku mulai ga fokus, dan aku makin ga fokus karena akhirnya DANI PEDROSA ADA DI DEPANKU!! Aku nyodorin sketchbook-ku tanpa berharap Dani natap aku karena dia lagi ngobrol sama Hayden, tapiiiiii… dia merhatiin sketchbook-ku sebentar dan mulai natap aku!!! ZZZzzzzzzzzzzzzzZZZZZZZZZZZZ!! Sialnya aku malah membatu dan cuma bisa pasang tampang melongo bego dengan “HMM??” andalanku kalau lagi buffering (T.T), dan aku baru kembali ke mode normalku ketika Dani beres menandatangani sketchbook-ku, “thank you, Dani and good luck for your race” adalah satu-satunya kalimat yang aku ingat dan berhasil aku katakan, rasanya pengen nangis, tapi di depanku udah ada Nicky Hayden, aneh kayanya kalau aku nangis di depan dia, jadi aku tahan air matanya. Nicky Hayden ganteng banget kaya artis Hollywood, bertahun-tahun aku melewatkan hawt raiderrrr macam dia? Oh Dani, kamu membuatku buta, sungguh!! Pembalap selanjutnya aku lupa, yang pasti berkali-kali aku menjatuhkan poster-poster bertanda tangan itu, malu deh… dan kehebohan terakhir yang aku lakukan terjadi di depan Marc Marquez.

Hasil duplikasiku yang berhasil menarik perhatian Dani
Hasil duplikasiku yang berhasil menarik perhatian Dani

Ngeliat aku yang riweuh banget dengan semua poster di tanganku ngebuat Marc sedikit besimpati dan bilang sesuatu dalam bahasa inggris yang intinya, “kamu mau aku tanda tangan di sini?” sambil nunjuk salah satu poster Sepang yang udah ditandatangani Stefan Bradl, aku belum jawab, dia udah main tanda tangan aja, dengan nada kaget langsung aja aku protes, “No, no!! Here!!” sambil nyodorin sketchbook-ku lagi, si Marc kayanya bingung, kok punya Dani ada gambarnya, yang aku engga, karena selama beberapa saat saat dia cuma diem, sampe akhirnya tanda tangan juga di halaman sebelahnya Dani (*tenangggg~~ sampe Bandung aku gambarin si semut merahnya xD). Tapi kekacauan belum berakhir, karena saat Marc beres tanda tangan, semua poster yang aku pegang jatuh semua, sementara si bapak yang ngawasin aku udah narik-narik baju nyuruh aku keluar. Lupakan bahasa inggris!! Aku langsung meledak sama si bapak pengawas dan bilang, “TUNGGU! DIA INJAK POSTER SAYA!” sambil nunjuk poster Nicky Hayden yang diinjek mbak-mbak ber-highheels yang ngantri di belakangku, akhirnya si bapaknya ngasih tau si mbak kalau dia nginjek posterku dan setelah berhasil menyelamatkan Nicky Hayden, aku mulai jalan ke Meeting Point 3 (*tempat aku janjian sama dua temenku yang masih antri demi Hohe dan om Vale).

Jpeg

Setelah beresin poster, diiket dengan karet dan disimpan dengan aman di samping tas, aku mulai jalan ke arah pagar pembatas, di sana ada mobil-mobil yang mengantar para pembalap untuk kembali ke paddock. Lumayan kan bisa dadah-dadahan sama Dani dan ternyata keputusanku memang tepat, beres sesi tanda tangan para pembalap itu memang dadah-dadahan dulu sama orang-orang yang terjebak di pager karena telat ngantri, dan lumayan dapet foto Dani lagi dadah ke arahku walaupun jauh (T.T).

Dia ga kalah kecil dibanding aku T.T
Dia ga kalah kecil dibanding aku T.T

Sesi selanjutnya lebih heboh karena ada Valentino Rossi, tapi aku lebih heboh karena kelakuan Iannone yang sok ngartis banget tapi aku suka!! Beda dengan Hohe yang memilih jalur aman dengan keluar lewat pintu yang bersebrangan dengan pager yang dipenuhi fans, Iannone malah sengaja keluar deket pager dan mulai ngerekam fans yang saat itu langsung teriak-teriak manggil Iannone termasuk aku. Bahkan saat pulang pun dia melakukan hal yang sama. Kebayang dong hebohnya gimana, pokoknya fanservice-nya Iannone paling JJANG JJANG MAN!! Setelah semua pembalap motogp kembali ke paddock, aku mulai jalan lagi dan nge-line kedua temenku kalau aku ada di Meeting Point 3 seperti perjanjian awal. Selang beberapa menit, akhirnya mereka muncul juga, tapi mereka ga bisa menutupi kekecewaan karena mereka ga berhasil dapet tanda tangan Hohe (*yang hari itu datang terlambat) ataupun om Vale (*yang hari itu pulang paling cepet).

Jpeg

Aku mulai nunjukin satu persatu hasil buruanku dan karena aku punya dua tanda tangan Marc, aku berbagi dengan salah satu temanku. Setelah mencari air minum, aku dan dua temanku mulai berjalan ke arah MGS Area, rencananya kami akan mengikuti Public Pitlane-Walk jam 3 sore nanti, tapi karena masih lama, aku memilih untuk ngadem di Surau setelah sebelumnya ngintip paddock Dani pake teropong yang selama ini aku gunakan untuk ngintipin SHINee xD.

Jam setengan 3 sore, aku dan dua temanku mulai mencari barisan untuk ikut pitlane-walk, tapi sayang sekali, barisannya kacau kaya waktu nonton Mubank di GBK. Dan butuh perjuangan yang berat sampai akhirnya kami bertiga bisa mendapatkan pass untuk ikut pitlane-walk (*dan pass-nya ga diperiksa dong). Setelah beres free-practice Asia Talent Cup para pemengang pass bisa langsung mengakses pitlane lewat tunnel2 yang artinya aku  jalan tepat di bawah lintasan sirkuit Sepang.

Jpeg

Jpeg

Keluar dari tunnel2, orang-orang langsung berlarian ke arah paddock-nya om Vale, ada beberapa orang juga yang manggil-manggil Marc di depan garasinya Repsol Honda tapi sayang cuma tinggal nyisa teknisinya aja di sana xD. Aku ga kecewa karena ga bisa ketemu satupun pembalap di sana, tapi aku kecewa karena pitboard-nya Dani udah dibawa masuk dan ga bisa aku ajak foto (T.T) (*entah sejak kapan aku terobsesi dengan pitboard-nya Dani). Tapi ya sudahlah, tak ada pitboard, pitbox-pun jadi. Setelah puas foto-foto sambil ngeglesor di depan paddock-nya Honda, aku dan temenku mulai foto-foto di depan paddock-nya Ducati yang sepi, cuma nyisa motornya Dovi, terus foto-foto sama Safety Car dan podium.

1445643781715

Jpeg

Jpeg

Sebelum keluar lewat tunnel1, aku dan kedua temenku juga sempet foto sambil megang poster yang udah ditulis “HAPPY 10TH ANNIVERSARY” ,karena perjalanan ini emang diadakan bersamaan dengan ulang tahun pertemanan kami yang ke-10. ZYEAHHHHHH!!

1445639565625

Jpeg

Jpeg

Semua agendaku di Sepang sudah berakhir bersamaan dengan berakhirnya pitlane-walk. Saatnya kembali ke Hotel!! Seperti saat berangkat, aku naik shuttle bus dari depan welcome centre sampai halaman parkir bus dan melanjutkan perjalanan ke KL Sentral dengan Rapid KL, lanjut naik monorel ke Bukit Bintang, mandi, makan malam di Alor dan melanjutkan petualangan melelahkan ke KLCC (*Eric juga foto di sana pas hari kamis T.T). Sebenernya kami berencana berburu pembalap sampai ke hotel, tapi dengan alasan menghormati privacy mereka, kami membatalkan niat tersebut dan berburu dengan cara senormal mungkin(?) (*maksudnya ga ngeganggu mereka terutama Dani xD)

1445639527723 1445639540691

p.s.:

*) harga makanan dan minuman di SIC itu jahat, jadi lebih baik bawa makanan sendiri dari kota, apalagi jum’at penjagaannya ga terlalu ketat (*pengingat buat Ria yang pelupa)

*)saat makan malam di Alor, aku dan kedua temanku makan malam satu meja dengan seorang bapak asal Semarang yang udah 10 kali nonton motogp ke Sepang, dia cerita banyak soal Sepang dan Valentino Rossi, dan ceritanya soal fans Valentino Rossi yang super duper banyak di Sepang, benar-benar terbukti saat hari minggu.

Pengeluaran hari kedua:

Monorel Bukit Bintang – KL Sentral RM 2,10

Nasi Lemak Sevel RM 3,00

Rapid KL KL Sentral SIC RM 30,00

Air minum RM 5,00

Monorel KL Sentral – Bukit Bintang RM 2,10

Makan malam RM 30,00 (*hari kedua dibayarin Ninda)

Es krim 0,20 (*bukan harga sebenarnya xD)

Pengeluaran hari kedua RM 42,40 (42,40 x 3365 = RP 142.676)

(*aku akan melanjutkan ceritaku setelah demamku turun T.T, liburan 5 hari, tepar 3 hari, this is the kind of reality you wanted?)

xoxo @riyuliani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s