The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 1

22 Oktober 2015

Akhirnya hari di mana ceritaku dengan Dani sebagai tokoh utamanya bisa dirilis juga (*terharu). Sebenernya tahun lalu, bisa aja aku maksain ke Sentul mengingat untuk pertama kalinya Honda mengadakan acara bersama Dani dan Marc yang terbuka untuk umum, namun apa daya di hari yang sama ada UTS Semiotik yang artinya “mari ucapkan selamat tinggal sekali lagi pada Dani Pedrosa” (*hikks hikks), tapi sekarang, aku merasa bahwa aku harus berterima kasih pada si ujian semiotik, tanpa dia, aku mungkin ga akan kesel dan mulai teriak-teriak “KALAU AKU GA BISA KETEMU KAMU DI INDONESIA, BIAR AKU YANG SUSUL KAMU KE SEPANG”. Hha xD. Nyatanya omongan itulah yang memotivasiku untuk gencar menabung dan pergi ke Sepang dan lihatlahhhhhhhhhh… aku berhasil ke Sepang!!! (*oopss, belum nyampe deng)

DI BDO udah senarsis ini xD
DI BDO udah senarsis ini xD
Yang ini jangan ditiru, kecuali kalau mau diusir sama petugas bandara xD
Yang ini jangan ditiru, kecuali kalau mau diusir sama petugas bandara xD

Aku memulai perjalananku dari Bandung, kota yang sejuknya selalu membuatku rindu, karena sepanas-panasnya Bandung, pasti kalah panas dibanding kota-kota macam Jakarta, Kuala Lumpur bahkan Singapura. Dari Bandung, aku dan kedua temanku terbang dengan Air Asia ke Kuala Lumpur, dan karena ini Air Asia, udah ga berharap mendarat di bandara keren yang selalu aku lihat di TV, tapi nyatanya KLIA2 keren banget lah dibanding Husein yang sempitnya luar biasa (T.T) entah itu mall atau bandara, tapi KLIA2 beneran jjang jjang maen!! cuma jalan dari keluar pesawat sampe imigrasinya aja yang bikin gempor sih xD tapi alhamdulillah ga ada kejadian nyasar selama di KLIA2 dan petugas imigrasi pun bersahabat dan tak tanya macam-macam. (*aku ga cerita soal kejadian selama di pesawat karena aku ga sanggup meceritakan kekatroanku karena naik pesawat untuk pertama kalinya xD)

Jpeg

Dari KLIA2, aku menaiki KLIA Transit untuk ke pusat kota Kuala Lumpur, tapi untuk menghemat, aku terpaksa transit dulu di Putrajaya, tapi serius deh, itu cara hemat kalau pengen nyoba kereta bandara yang harganya sama dengan budget-ku makan selama sehari di Kuala Lumpur (T.T), cuma RM 15,70. Selama teransit di Putrajaya, aku hanya membeli air mineral yang setelah diperhatikan, ternyata lebih murah beli lewat vending machine dibanding beli di mini market dan setelah itu mulai antri beli tiket KLIA Transit (*lagi) untuk memulai perjalanan ke KL Sentral.

Jpeg

Jpeg

KL Sentral adalah terminal, di mana semua alat transportasi di Kuala Lumpur berkumpul jadi satu, dari mulai Bus, LRT, KTM, sampe Monorel semuanya ada di sana, jadi pasti rame banget, tapi karena aku sampai KL Sentral hampir tengah malam, keadaan di sana ga serame yang aku lihat keesokan harinya. Dari KL Sentral, aku akan naik monorel sampai Bukit Bintang, tapi untuk sampai ke stasiun monorel KL Sentral ternyata harus jalan melewati sebuah mall dulu (*bangunannya terpisah), tapi penunjuk arahnya lumayan jelas kok, jadi alhamdulillah belum kesasar xD Setelah naik monorel sampai Bukit Bintang, akhirnya ngerasain juga kesasar di negeri orang, ini gara-gara si aku yang dengan pedenya menunjukan arah yang salah ke dua temanku, tapi akhirnya aku sadar kalau aku salah jalan dan putar balik ke arah stasiun monorel dan alhamdulillah aku dan kedua temanku menemukan jalan yang benar. Sempet ketemu orang indonesia juga pas jalan mau ke hotel, pokoknya nemuin orang indonesia di KL itu adalah pekerjaan yang mudah xD

Jpeg

1445533908932 1445533953606

Dan akhirnya, aku sampai di hotel, setelah memberi kabar ke orang tua di Bandung sana, saatnya mencari makan malam. Oya, hotel yang menjadi rumahku selama 4 hari ada di Malaysia terletak di Jalan Alor, jadi walaupun aku baru sampai hotel hampir tengah malam, aku masih bisa mendapatkan makanan enak dan halal yang mampu menyelamatkan perutku dari kelaparan ini. Sebelum makan malam, tak lupa si aku beli simcard yang setelah dipikir-pikir lumayan mahal juga yaaa… tapi apa daya, namanya juga butuh, ya sudahlah…

Di Part ini, Dani emang belum muncul, tapi dari pergi sampe bangun keesokan harinya, jantungku terus terusan dugeun dugeun, mungkin itu adalah pertanda kalau acara “Mengejar Cinta Bang Dani-ku” akan berhasil. Fightinggggg!!

Pengeluaran sebelum berangkat:

Tiket BDO – KUL RP 384.000

Tiket SIN – BDO RP 572.000

Tiket MotoGP++ RP 640.000

BUS Sepangers 2 Hari RP 274.000

Kaos Pedrosa RP 78.000

Pengeluaran sebelum berangkat RP 1.948.000

Pengeluaran hari kamis:

Hotel RM 50,00 (Sebagian besar disubsidi KYT lewat Ninda dan Wafda)

KLIA Transit KLIA2 – Putrajaya RM 0 (Disubsidi Ninda RM 6,20)

Air mineral RM 1

KLIA Transit Putrajaya – KL Sentral RM 9,50

Monorel KL Sentral – Bukit Bintang RM 2,10

Makan malam jalan alor RM 30 (Hari pertama, aku yang bayar)

Simcard RM 25,00

Pengeluaran hari pertama RM 117,60 (116,60 x 3365 = RP 395.724)

xoxo @riyuliani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s