Antara Jakarta dan Pedrosa

Aku akui aku memang termasuk manusia yang melakukan aksi lebih dulu baru berpikir. Seperti saat Repsol mengumumkan akan melakukan perilisan motor di Jakarta tanggal 20 Februari, aku langsung membeli tiket kereta tanpa berpikir. Di otakku saat itu cuma ada bayangan indah soal mengakhiri kutukanku yang sulit sekali bertemu Dani di Indonesia. Tapi sekali lagi, realita tak pernah seindah ekspektasi, jadi aku menyusun rencana lain untuk berkeliling Jakarta saja sebagai plan B jika Dani sulit untuk dikejar.

Continue reading “Antara Jakarta dan Pedrosa”

Advertisements

Surat Terakhir Untuk Jonghyun

Hello, Kim Jonghyun, tokoh utama dalam cerita yang selalu ku rilis. Aneh rasanya ketika pada akhirnya aku menulis sesuatu lagi tentangmu namun dengan judul yang berbeda, tidak akan ada lagi cerita “Mengejar Cinta Mas Jonghyun” yang sudah ku mulai sejak tahun 2012. Karena sekarang kamu benar-benar sulit untuk ku jangkau, tak mungkin ku kejar.

Sebenarnya aku sudah memutuskan untuk tak menuliskan apapun lagi tentangmu. Tapi lagu terakhir di album terakhirmu membuatku gatal untuk membuat sesuatu sebagai salam terakhirku untukmu, Kim Jonghyun.

Kim Jonghyun yang selalu berkata bahwa dia ingin bahagia, ini salam terakhirku untukmu, meski kita tak akan bertemu lagi (bahkan mungkin di kehidupan selanjutnya), terima kasih karena sudah datang di hidupku sebagai SHINee Jonghyun.

Continue reading “Surat Terakhir Untuk Jonghyun”

Lucky Girl: Spotify On Stage


Yoohoo… Sebenernya tangan ini udah gatel banget pengen ngetik pengalaman berjuang buat Spotify On Stage kemarin. Tapi karena beberapa hari ini diriku masuk kerja sore terus, kesempatan buat ngetik cerita ini pun harus molor beberapa hari. Ahh, sudahlah, tak apa, yang penting tetep bisa ngetik pengalaman tak terlupakan ketemu NCT tanggal 9 Agustus kemarin. Dan ini ceritaku…

IMG20170809175832

Continue reading “Lucky Girl: Spotify On Stage”

Jodoh(?)/(!)

Untuk pertama kalinya aku akan menulis tentang sesuatu yang ga berhubungan dengan pengalaman menjelajah suatu tempat, tapi ini masih tentang perjalanan kok, perjalanan hidup lebih tepatnya… oops… kali kali curhat colongan di blog boleh kali ya.

jodoh

Jodoh… satu kata yang agak terlupakan dari hidup seorang Ria. Maksudku, aku tipe orang yang selalu punya wishlist yang sebisa mungkin aku wujudkan, tapi masalah jodoh, aku terkesan ga peduli dan pasrah, aku selalu bergantung pada kalimat “biar Tuhan yang atur segalanya”, sampai kamis kemarin, aku bertemu dengan Teh Syifa dan Teh Laras. Tema obrolan kami yang biasanya seputar tema-tema tak biasa dan tabu tiba tiba berubah menjadi seputar lelaki potensial yang kami pikir bisa kami sebut sebagai jodoh kami masing-masing.

Continue reading “Jodoh(?)/(!)”

The Story By Ria (An Encore): 12 Jam di Singapura

26 Oktober 2015

Hari ini aku terbangun di atas sebuah kereta yang akan membawaku ke Johor Bahru, walaupun ini adalah kereta tidur yang menyediakan bantal serta kain tipis pengganti selimut, rasanya tetep aja beda. Tak berniat untuk tidur lagi, aku membuka jendela yang sebelum tidur sempat aku tutup karena tidak kuat dengan silau cahaya lampu dari luar. Suasana mellow sisa tadi malam masih menyelimuti aku, apalagi saat si Senandung Sutera ini berhenti di sebuah stasiun yang tampak sepi. Tak lama seorang petugas yang bertugas membangunkan penumpang mulai berjalan sepanjang lorong dan membuatku membuka gorden yang membatasi tempat tidurku dan lorong. Masih sepiiiiii dan segala kemellowan yang aku buat tadi malam makin memperparah suasana pagi ini.

Sekitar jam setengah 6 pagi waktu Malaysia, aku berhasil menginjakkan kakiku di Johor Bahru, kota yang menjadi salah satu jalan masuk menuju Singapura. JB Sentral yang menjadi tempat pemberhentianku waktu itu masih sepi, tapi penunjuk arah di sana sangat jelas sehingga aku tak tersesat saat mencari surau ataupun toilet. Selesai dengan segala urusan yang selalu membuat heboh saat pagi, aku dan dua temanku memutuskan untuk sarapan di JB Sentral, untungnya masih punya beberapa ringgit untuk beli nasi lemak + telor balado + teh tarik hangat.

Continue reading “The Story By Ria (An Encore): 12 Jam di Singapura”

The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 4

25 Oktober 2015

Akhirnya… hari besar yang ditunggu datang juga!! Semalam aku tidur lebih awal, setelah selesai packing, karena pulang dari Sepang, aku tidak akan kembali ke hotel, tapi langsung cuss ke KL Sentral karena harus mengejar kereta menuju Singapura. Iyesss, si aku mau sungkem dulu sama Mbah Singa temennya Mbah SooMan dan Mbah Nakamoto (*eh?!) sebelum pulang ke Bandung.

Seperti kemarin, aku dan dua temanku akan menaiki bus sepangers dari kaskus untuk sampai ke SIC. Karena harus berkumpul dari jam 7, aku tak sempat membeli nasi lemak dari si ibu yang berjualan di depan hotel, harapanku cuma nasi lemak sevel (T.T). Udah kebayang sarapan dan makan siang dengan nasi lemak sevel yang mirip kaya nasi kucing itu, tapi siapa yang nyangka kalau di depan halte tersebut ada seorang mak cik yang sedang berjualan nasi lemak, batal lah sarapan dan makan siang dengan nasi sevel. Tapi si nasi lemak sevel tetep dibeli kok buat makan siang xD.

Continue reading “The Story By Ria: Mengejar Cinta Bang Dani Part 4”